Potensi Kerajinan Tangan dari Serat Alam
Desa Long Rian kembali menonjolkan potensinya sebagai penghasil serat alam yang unik dan melimpah. Beragam jenis serat yang hanya dapat ditemukan di desa ini kini mulai dimanfaatkan menjadi produk kerajinan tangan bernilai tinggi. Sejumlah pengrajin di Long Rian mulai mengolah berbagai jenis serat alam seperti daun pandan (Kaber Tefe’), daun Temal, batang Desel, batang Kerubet, Kaber Ada, rotan, hingga kulit Kayu Talun. Setiap jenis serat memiliki karakter khas
Serat dari daun pandan, batang Desel, batang Kerubet, dan Kaber Ada dikenal kuat dan mudah diolah. Bahan-bahan ini umum digunakan untuk membuat tikar anyaman, tas, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga. Sementara daun Temal kini banyak dimanfaatkan sebagai bahan pengikat dalam proses pembuatan kerajinan.
Rotan, yang juga banyak ditemukan di Long Rian, menjadi bahan favorit untuk membuat perkakas rumah karena sifatnya yang fleksibel namun kokoh. Tidak kalah penting, kulit Kayu Talun telah lama digunakan untuk membuat pakaian adat seperti baju, celana, rok, hingga topi.
Dalam proses pengolahan serat alam, para pengrajin menerapkan tahap pengeringan untuk meningkatkan daya tahan bahan, disusul dengan proses agar warna serat lebih cerah dan menarik. Tahapan ini membuat kualitas produk semakin baik. Pemanfaatan serat alam ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Long Rian. Bahan-bahan yang sebelumnya tidak digunakan kini dapat diolah menjadi kerajinan bernilai, sekaligus memperkuat identitas budaya setempat.
Baca juga:
Potensi Kerajinan Tangan dari Serat Alam
Potensi Kerajinan Tangan dari Serat Alam