BATU PERUPUN

1771579129925.jpeg

Batu Pelupun: Jejak Cerita Leluhur di Desa Long Rian

 

Desa Long Rian, Krayan Tengah — Di balik keindahan alam pedalaman Krayan, terdapat sebuah peninggalan yang menyimpan cerita panjang dari masa lampau. Masyarakat Desa Long Rian menyebutnya Batu Pelupun, sebuah tumpukan batu yang sejak zaman nenek moyang telah menjadi bagian dari identitas budaya dan sejarah setempat.

Asal Usul Batu Pelupun

Menurut cerita turun-temurun, Batu Pelupun diyakini dikumpulkan oleh leluhur sejak zaman batu, jauh sebelum adanya catatan sejarah tertulis di wilayah Krayan. Pada masa itu, masyarakat leluhur hidup sangat dekat dengan alam, dan batu-batu tertentu dianggap memiliki fungsi serta nilai simbolis.

Para tetua adat Desa Long Rian mewariskan kisah bahwa tumpukan batu ini bukanlah tumpukan yang terbentuk secara alami. Batu-batu tersebut dikumpulkan dan disusun oleh nenek moyang, baik sebagai penanda tempat, simbol kekuatan, maupun bagian dari kegiatan hidup mereka di masa prasejarah.

Makna Budaya bagi Masyarakat Long Rian

Hingga hari ini, Batu Pelupun tetap menjadi bagian dari identitas budaya Desa Long Rian. Masyarakat percaya bahwa tumpukan batu itu adalah bukti nyata bahwa desa tersebut telah dihuni sejak zaman nenek moyang, menjadikannya situs sejarah lokal yang memiliki nilai penting dalam budaya adat.

Batu Pelupun dipandang sebagai:

Jejak kehidupan awal masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah Long Rian.

Saksi sejarah yang menyimpan cerita leluhur dari generasi ke generasi.

Simbol hubungan antara manusia dan alam, sebagaimana kehidupan masyarakat Krayan yang selalu menjaga harmoni dengan lingkungan.

Meski tanpa catatan arkeologi resmi, cerita yang diwariskan secara lisan tetap menjadi pegangan utama masyarakat untuk memahami asal-usul Batu Pelupun.

Peran Cerita Turun Temurun

Dalam tradisi masyarakat adat, pengetahuan diwariskan melalui cerita lisan, dan Batu Pelupun adalah salah satu kisah yang tetap bertahan hingga kini. Anak-anak dan generasi muda desa tumbuh dengan cerita ini, sehingga batu tersebut tidak hanya menjadi objek fisik, tetapi juga warisan nilai dan identitas yang menghubungkan mereka dengan masa lalu.

Para tetua adat menganggap bahwa menjaga cerita Batu Pelupun berarti menjaga sejarah dan jati diri desa, sebab setiap batu yang tersusun merupakan bagian dari perjalanan panjang masyarakat Long Rian.

Harapan untuk Masa Depan

Masyarakat berharap bahwa Batu Pelupun dapat terus dilestarikan, tidak hanya sebagai tumpukan batu tua, tetapi sebagai:

Warisan budaya yang dihormati,

Situs lokal yang dijaga keasliannya, dan

Identitas sejarah Desa Long Rian yang dapat diceritakan kepada generasi berikutnya.

Ke depan, Batu Pelupun memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas sebagai bagian dari kekayaan sejarah Krayan Tengah.

 Batu Pelupun bukan sekadar tumpukan batu, tetapi simbol perjalanan leluhur, refleksi masa lalu, dan kebanggaan masyarakat Desa Long Rian. Kisah yang diwariskan secara turun-temurun menjadikan batu ini sebagai saksi bisu kehidupan nenek moyang yang terus dihormati hingga kini.

Bagikan post ini: